PUTAR LENSA

logo putar lensa2

4 months ago

Uncategorized

Tips Berpose di Depan Kamera (Menjadi Model Dadakan)

April 20, 2022

Author:

Tim Putar Lensa

Lucu. Berpose di depan kamera merupakan hal yang sudah umum dilakukan banyak orang. Paling tidak yang seperti ini sudah mereka lakukan saat melakukan selfie atau saat sedang nongkrong di kafe pun, hampir dipastikan mereka akan berpose baik untuk kawan atau keluarga.

 

Namun, mayoritas dari mereka merasa “takut” , takut, bingung, untuk melakukan hal yang sama, jika dilakukan orang yang tak dikenal atau ketika yang memotret menggunakan kamera non ponsel, seperti DSLR atau Mirrorless, terutama yang berlensa “tidak biasa”.

 

Padahal, tidak ada bedanya, sama-sama bergaya di depan kamera. Tidak ada beda antara kamera ponsel atau DSLR atau Mirrorless, sama-sama kamera, alat untuk merekam momen atau menghasilkan foto.

 

Yang seringkali membuat seseorang merasa gamang saat berada di depan kamera, non ponsel dan dipotret oleh non teman, biasanya ada 5 hal

 

  • Peralatan : kamera DSLR/Mirrorless cenderung langsung menghidupkan tombol mindset bahwa yang melakukan adalah seorang ahli/profesional di bidangnya. Otomatis, langsung ada kekhawatiran bahwa kita akan mengecewakan seorang profesional
  • Tidak kenal : kenyamanan penting untuk seseorang menjadi “berani” berekspresi dan bertingkah. Hal itu sulit didapat ketika berhadapan dengan orang lain yang sebelumnya tidak kita kenal, meski ia kita bayar. Hasilnya, ada kecenderungan untuk menutup diri dan bersikap hati-hati
  • Minder : merasa tidak cantik dan pantas menjadi model adalah masalah utama penyebab kegagapan dan kecanggungan di depan kamera. Seringkali disebabkan karena perasaan tidak punya pengetahuan tentang pose atau bagaimana menjadi model
  • Lokasi : jika di dalam studio, tentu saja hanya sedikit orang yang melihat , tetapi jika pemotretan dilakukan di luar ruangan, tekanan bertambah karena rasa malu dilihat banyak orang
  • Malu : bergaya di luar kebiasaan dan dilihat orang “tak dikenal” kerap kali menimbulkan rasa malu dalam hati. Pertanyaan pantas atau tidak dilakukan acap kali timbul dalam hati. Perasaan yang pada akhirnya membuat seseorang tidak bisa berekspresi secara lepas

Alasan-alasan yang manusiawi dan semua orang akan memilikinya. Namun, sesi pemotretan tidak akan berjalan dengan baik kalau hambatan ini tidak bisa diatasi.

 

Nah, berdasarkan pengalaman, sebenarnya ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk setidaknya mengurangi dan memecahkan masalah-masalah yang biasa dihadapi saat berpose di depan kamera.

 

Tim Putar Lensa merangkumnya, berdasarkan pengalaman, di bawah ini.

Tips Berpose di Depan Kamera (Menjadi Model)

 


In frame : Lulu Sonya Manik by Badet Zarhaeni

Pertama : BERKENALAN

Hambatan pertama yang harus dipecahkan adalah masalah “TIDAK KENAL” dengan fotografernya. Pemecahannya mudah saja karena manusia adalah makhluk sosial, masalah “tidak kenal” bisa selesai dengan berkenalan.

 

Bukankah cara itu yang dipakai saat pertama kali bertemu dengan kawan, pacar, suami? Semua bisa diawali dengan saling menyebutkan nama dan berjabat tangan.

 

Memang tidak bisa seratus persen langsung hilang perasaan segan di dalam hati, namun dengan berkenalan, hambatan di dalam hati bisa dikurangi dan suasana bisa menjadi lebih cair.

 

Kedua : NGOBROL

Sesi pemotretan bukanlah ruang kelas dimana fotografer sebagai guru dan model sebagai murid yang bersifat satu arah, monolog. Sesi ini lebih mirip dengan kerjasama tim dimana kedua pihak saling membutuhkan.

 

Komunikasi adalah poin utama.

 

Untuk memastikannya berjalan dengan baik, bukalah ruang komunikasi dan ajaklah sang fotografer berbincang tentang apa saja.

 

Sebagai contoh, seorang model (dadakan) bisa saja menanyakan

  • tujuan dari sesi pemotretan (kalau tidak berbayar), apakah sekedar iseng atau untuk portofolio
  • kalau Anda membayar, bisa tanyakan juga konsep apa yang akan dipakai dan bagaimana ia harus berpose
  • tanyakan apakah Anda boleh mendapatkan salinan dari foto yang dibuat
  • atau apapun yang terlintas di kepala Anda untuk mencairkan suasana

Para fotografer pun biasanya akan melakukan hal yang sama karena mereka paham bahwa hal kecil seperti ngobrol akan membantu memberikan kenyamanan pada modelnya.

 

Jadi, jangan ragu untuk mengajak ngobrol sang fotografer. Toh, mereka juga manusia, makhluk sosial juga.

 

Ketiga : ACUHKAN JENIS KAMERA!

Kamera itu ada berbagai jenis, DSLR, Mirrorless, dan sebagainya. Namun, ada satu kesamaan, sama-sama kamera dan hanya berbeda nama.

 

Sesi pemotretan dengan seorang fotografer tidak ada bedanya dengan kalau kita dipotret oleh teman atau keluarga, sama-sama menggunakan kamera. Hasilnya juga sama berupa foto.

 

Jadi, kalau sudah sampai ke langkah ini, sudah berkenalan, dan ngobrol dengan fotografernya, abaikan jenis kamera. Dengan begitu Anda tidak akan merasa tertekan.

 

Anggap saja Anda sedang dipotret oleh kawan atau keluarga.

 


In frame : Farmuth by Badet Zarhaeni

 

Keempat : PERCAYA !

Setiap manusia memiliki sisi keindahan. Bukan Anda yang menentukan, tetapi orang lain yang menilai.

Wajar kalau Anda rendah hati dan merasa diri tidak pantas menjadi model. Manusiawi sekali. Namun, belum tentu pandangan yang sama dimiliki oleh seorang fotografer.

 

Profesi ini sudah terbiasa untuk melihat sisi keindahan yang sering tidak terlihat orang lain. Seorang fotografer juga sudah memiliki kemampuan untuk memperlihatkan sisi keindahan tadi lewat kamera.

 

Jadi, percayakan kepada fotografer untuk melakukan tugasnya, yaitu untuk menampilkan sisi indah dalam diri Anda. Itu tugas mereka, tidak berbeda dengan dokter kepada siapa Anda percayakan kesehatan diri.

 

Kelima : IKUT ARAHAN

 

Jika Anda bukan seorang model profesional yang pekerjaannya berpose di depan kamera, kurangnya pengetahuan dan pengalaman adalah hal yang wajar. Mayoritas penduduk di dunia memiliki masalah yang sama.

 

Namun, jangan lupakan partner dalam sisi pemotretan, si fotografer. Umumnya mereka memiliki pengetahuan, selain tentang mengoperasikan kamera, tentang bagaimana pose yang baik dan bagus untuk seseorang.

 

Jadi, ikuti saja arahan dari sang fotografer bagaimana harus bergaya. Bila perlu, minta kepadanya untuk memberikan contoh postur tubuh yang dikehendaki.

 


In frame : Lulu Sonya Manik by Badet Zarhaeni

 

Keenam : LIHAT HASIL dan BERI SARAN

 

Jangan pernah ragu untuk meminta si fotografer untuk memperlihatkan hasil jepretannya. Kemudian, jika dirasa ada yang kurang atau tidak berkenan, jangan ragu untuk memberikan masukan atau saran.

 

Sarannya bisa berupa pose yang diinginkan. Gaya yang kekinian, menurut sang model. Bahkan. lokasi kalau memang dirasa kurang pas.

 

Sesi pemotretan dengan model, atau sesi personal butuh kerjasama antara model dan fotografernya. Jadi, diskusi dan saling bertukas masukan adalah sesuatu yang wajar dan akan sangat membantu menghasilkan foto yang bagus.

 

Ketujuh : ULANGI

 

Jika Anda merasa tidak puas dengan hasil yang sudah ada, jangan ragu untuk meminta pengulangan. Hal itu lebih baik daripada diam, tetapi sebenarnya tidak puas.

 

Bukan hanya fotografer yang boleh tidak puas terhadap hasil, model pun punya hak yang sama. Apalagi, kalau Anda membayar untuk menjadi model, hak meminta pengulangan adalah wajar karena Anda adalah klien yang harus merasa puas.

 

Itulah 7 tips yang mungkin bisa membantu Anda harus berpose di depan kamera atau menjadi model.

—-

TERAKHIR : DAPATKAN!

 

Tips yang terakhir ini merupakan langkah yang tidak berkaitan dengan sesi pemotretan, tetapi perlu dilakukan seorang model.

  • dapatkan salinan foto dari sesi pemotretan yang baru dilakukan
  • dapatkan janji dari sang fotografer tentang kapan salinan bisa mereka berikan kepada Anda
  • dapatkan perjanjian bahwa fotonya tidak akan dipergunakan di luar perjanjian tanpa persetujuan dari Anda
  • dapatkan juga kartu nama, sehingga Anda bisa menghubungi sang fotografer jika diperlukan

In frame : Farmuth by Badet Zarhaeni

Penutup

 

Banyak orang berpandangan bahwa sesi pemotretan adalah wilayah fotografer saja. Fotografer lah yang menentukan segalanya. Sebenarnya pandangan itu tidak tepat.

 

Sebuah sesi pemotretan adalah kerjasama tim yang terdiri dari model, fotografer (dan tim pendukung lainnya). Kunci keberhasilannya terletak pada semua pihak dan hal itu hanya bisa berjalan dengan baik jika komunikasinya lancar.

 

Tentu saja, pada prakteknya akan banyak hambatan, terutama jika Anda tidak terbiasa. Namun, dengan membuka diri dan menjalin komunikasi, biasanya banyak hambatan, seperti yang disebutkan di atas akan terpecahkan dengan sengaja.

 

Apalagi, jika fotografernya bisa dianggap sebagai kawan, teman, dan bukan sekedar fotografer, biasanya hasilnya akan lebih baik karena suasananya akan menjadi nyaman bagi semua pihak. Komunikasi pun biasanya akan mengalir tanpa hambatan.

 


In frame : Dinda Nabila, Farmuth dan Lulu Sonya Manik by Badet Zarhaeni

Jadi, jika Anda diminta menjadi model dan berpose di depan kamera, jangan pernah lupakan tips di atas. Hal itu akan membantu sekali dalam pelaksanaan.

Latest News
Ready for a dream photo shoot?
30% off